HARGA KENDARAAN TOYOTA | |||
WILAYAH : BOGOR | |||
Per 1 November 2010 | |||
TYPE | ON THE ROAD | ||
ALL NEW VIOS 1500 E MANUAL | NC 93 E M/T10 | 208,400,000 | |
ALL NEW VIOS 1500 G MANUAL | NC 93 G M/T10 | 221,400,000 | |
ALL NEW VIOS 1500 G AUTOMATIC | NC 93 G A/T10 | 234,200,000 | |
ALL NEW VIOS 1500 G AUTOMATIC TRD | NC 93 G A/T11 TRD | 254,400,000 | |
YARIS 1500 J MANUAL B | NC 91 J M/T B | 180,350,000 | |
YARIS 1500 J AUTOMATIC B | NC 91 J A/T B | 190,550,000 | |
YARIS 1500 J MANUAL | NC 91 J M/T10 | 181,350,000 | |
YARIS 1500 J AUTOMATIC | NC 91 J A/T10 | 191,550,000 | |
YARIS 1500 E MANUAL | NC 91 E M/T10 | 187,950,000 | |
YARIS 1500 E AUTOMATIC | NC 91 E A/T10 | 198,150,000 | |
YARIS 1500 S MANUAL | NC 91 S M/T10 | 198,150,000 | |
YARIS 1500 S LIMITED AUTOMATIC | NC 91 S A/T11 | 214,450,000 | |
YARIS 1500 S LIMITED AUTOMATIC TRD | NC 91 S A/T12 TRD | 240,450,000 | |
COROLLA ALTIS 1800 E MANUAL | ZE 142 E M/T10 | 328,000,000 | |
COROLLA ALTIS 1800 G AUTOMATIC | ZE 142 G A/T10 | 349,700,000 | |
COROLLA ALTIS 2000 V AUTOMATIC | ZE 143 V A/T10 | 380,000,000 | |
CAMRY 2400 G AUTOMATIC | AV 40 G A/T10 | 457,100,000 | |
CAMRY 2400 V AUTOMATIC | AV 40 V A/T10 | 484,600,000 | |
CAMRY 3500 Q AUTOMATIC | GV 40 Q A/T10 | 641,700,000 | |
CAMRY 2400 G AUTOMATIC LUX | AV 40 G A/T10 | 462,400,000 | |
CAMRY 2400 V AUTOMATIC LUX | AV 40 V A/T10 | 489,900,000 | |
CAMRY 3500 Q AUTOMATIC LUX | GV 40 Q A/T10 | 647,000,000 | |
AVANZA E 1300 MANUAL | F 61 E M/T10 | 133,600,000 | |
AVANZA E 1300 MANUAL DRESS UP | F 61 E M/T DU10 | 138,600,000 | |
AVANZA E 1300 AUTOMATIC | F 61 E A/T | 143,600,000 | |
AVANZA G 1300 MANUAL B | F 61 G M/T B10 | 146,700,000 | |
AVANZA G 1300 MANUAL | F 61 G M/T10 | 149,200,000 | |
AVANZA G 1300 AUTOMATIC | F 61 G A/T | 159,200,000 | |
AVANZA S 1500 MANUAL | F 62 S M/T10 | 161,000,000 | |
AVANZA S 1500 AUTOMATIC | F 62 S A/T10 | 171,000,000 | |
KIJANG INNOVA BISNIS BENSIN | TG 40 J BIS01 | 178,500,000 | |
KIJANG INNOVA J MANUAL BENSIN | TG 40 J M/T | 181,400,000 | |
KIJANG INNOVA E MANUAL BENSIN | TG 40 E M/T30 | 210,000,000 | |
KIJANG INNOVA E AUTOMATIC BENSIN | TG 40 E A/T | 223,000,000 | |
KIJANG INNOVA G MANUAL BENSIN | TG 40 G M/T21 | 228,300,000 | |
KIJANG INNOVA G AUTOMATIC BENSIN | TG 40 G A/T21 | 241,800,000 | |
KIJANG INNOVA G MANUAL LUXURY NEW BENSIN | TG 40 G M/T24 | 236,600,000 | |
KIJANG INNOVA G AUTOMATIC LUXURY NEW BENSIN | TG 40 G A/T24 | 250,100,000 | |
KIJANG INNOVA V MANUAL BENSIN | TG 40 V M/T20 | 260,600,000 | |
KIJANG INNOVA V AUTOMATIC BENSIN | TG 40 V A/T20 | 274,100,000 | |
KIJANG INNOVA V MANUAL LUXURY NEW BENSIN | TG 40 V M/T24 | 271,500,000 | |
KIJANG INNOVA V AUTOMATIC LUXURY NEW BENSIN | TG 40 V A/T24 | 285,000,000 | |
KIJANG INNOVA E MANUAL DIESEL | KU 40 E M/T20 | 225,000,000 | |
KIJANG INNOVA G MANUAL DIESEL | KU 40 G M/T21 | 243,300,000 | |
KIJANG INNOVA G AUTOMATIC DIESEL | KU 40 G A/T21 | 256,800,000 | |
KIJANG INNOVA V MANUAL DIESEL | KU 40 V M/T20 | 275,600,000 | |
KIJANG INNOVA V AUTOMATIC DIESEL | KU 40 V A/T20 | 289,100,000 | |
RUSH 1500 G VVTI MANUAL MI | F 70 G M/T10 | 191,700,000 | |
RUSH 1500 G VVTI AUTOMATIC MI | F 70 G A/T10 | 201,700,000 | |
RUSH 1500 S VVTI MANUAL MI | F 70 S M/T10 | 200,800,000 | |
RUSH 1500 S VVTI AUTOMATIC MI | F 70 S A/T10 | 214,800,000 | |
FORTUNER 4 X 2 G LUXURY AUTOMATIC BENSIN | TG 61 G A/T21 | 421,800,000 | |
FORTUNER 4 X 4 V AUTOMATIC BENSIN | TG 51 V A/T20 | 470,800,000 | |
FORTUNER 4 X 2 G MANUAL DIESEL | KU 61 G M/T10 | 364,200,000 | |
FORTUNER 4 X 2 G MANUAL DIESEL TRD | KU 61 G M/T10 TRD | 388,100,000 | |
FORTUNER 4 X 2 G AUTOMATIC DIESEL | KU 61 G A/T | 374,200,000 | |
FORTUNER 4 X 2 G AUTOMATIC DIESEL TRD | KU 61 G A/T10 TRD | 398,100,000 | |
HILUX PICK UP 4X2 CHASIS | TG 10 PU CC M/T | 134,000,000 | |
HILUX PICK UP 4X2 | TG 10 PU10 | 144,000,000 | |
HILUX DOUBLE CABIN 4X4 E MANUAL | KU 26 DC10 | 302,500,000 | |
HILUX DOUBLE CABIN 4X4 G MANUAL | KU 26 DC G M/T01 | 321,700,000 | |
PRIUS | ZV 30 A/T | 589,000,000 | |
ALPHARD 3500 V AUTOMATIC | GG 20 V A/T | 1,112,000,000 | |
ALPHARD 2400 X AUTOMATIC | AN 20 X A/T | 806,000,000 | |
ALPHARD 2400 G AUTOMATIC | AN 20 G A/T | 906,000,000 | |
CROWN ROYAL SALOON | GRS202GA/T | 1,310,000,000 | |
LAND CRUISER 200 A/T DIESEL STANDARD SPEC | VJ 200 LS A/T | 1,968,000,000 | |
LAND CRUISER 200 A/T DIESEL FULL SPEC | VJ 200 LM A/T | 2,188,000,000 | |
PREVIA A/T FULL SPEC | AC 50 M2 A/T | 991,000,000 | |
Note : | |||
1. Harga sewaktu-waktu dapat berubah. | |||
2. Corolla Altis, Camry Lux New, Alphard, Prius, Previa, Land Cruiser sudah termasuk kaca film V-Kool. | |||
3. Hilux sudah termasuk Keur. | |||
Jakarta, 1 November 2010 | |||
Rabu, November 03, 2010
Harga Toyota per November 2010
Senin, November 01, 2010
Release Date : Kamis, 28 Oktober 2010
Media : Pikiran Rakyat, at page 19, size 540 mmk
Source : Presdir Toyota Astra Motor Johnny Darmawan
Peluncuran 5 varian baru Toyota Dyna di awal tahun sukses merebut perhatian konsumen Jawa Barat. Penjualan kendaraan truk 2 ton dipropinsi inipun naik tajam. Sampai September lalu, penjualan Toyota Dyna Sudan mencapai 635 unit atau 21,65% lebih tinggi dibanding penjualan total tahun lalu. Angka pertumbuhan itu juga jauh diatas rata-rata kendaraan merek lainnya sebesar 18,40%. "Kami yakin, sampai akhir tahun nanti pertumbuhan penjualan Toyota Dyna di Jabar bisa mendekati 30%, bahkan bisa lebih", kata Presdir Toyota Astra Motor Johnny Darmawan.
Lonjakan tersebut sangat terasa pada Toyota Dyna 6 ban dimana angka penjualannya Januari-September 2010 mencapai 532 unit atau 26,2% diatas penjualan keseluruhan tahun lalu. Sebagian besar.sekitar 80% kendaraan yang terjual itu digunakan sebagai truk pengangkut. "Ini sekaligus membuktikan, minat konsumen terhadap Toyota Dyna 6 ban jauh lebih tinggi karena memang cocok dengan karakteristik jalan di Jabar dan pola usaha masyarakatnya pertanian, industri dan perdagangan," katanya.
Sukses tersebut tidak terlepas karena sejak peluncuran varian baru Januari 2010 lalu konsumen mempunyai pilihan yang lebih beragam sesuai dengan kebutuhan usaha mereka. Saat ini Toyota Dyna terdiri dari 12 varian dari 6 tipe yang tersedia. "Berbagai varian dan tipe itu cocok untuk wilayah Jawa Barat yang terdiri dari wilayah pegunungan yang penuh tanjakan sampai daerah pesisir yang relatif datar," kata Johnny.
Toyota Dyna telah melakukan berbagai perubahan seperti mengadopsi mesin baru yaitu tipe W04D-TP (110 PS) dan W04D-TR (130 PS) sehingga lebih bertenaga, efisien dan ekonomis sasis dan diferensial yang kuat, dipadu final gear ratio yang tinggi. Saat ini Toyota Dyna tersedia dalam lima tipe yaitu 130 HT (Heavy Truck), 130 XT (Express Truck), 110 ET (Econo Truck), 110 FT (Fast Truck), dan 110 ST (Small Truck). Kecuali tipe ST yang menggunakan empat ban, tipe lainnya menggunakan enam ban. Kelima tipe ini dipecah menjadi 12 varian.
Johnny yakin, prospek penjualan Toyota Dyna akan terus meningkat, apalagi di wilayah Jawa Barat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus membaik. "Jawa Barat adalah salah satu lokomotif perekonomian nasional, dan pertumbuhannya akan terus meningkat seiring kondisi makro yang juga membaik," katanya.
Secara nasional, angka penjualan Toyota Dyna juga naik tajam dan sudah mencapai 9.137 unit pada September lalu atau lebih tinggi 16,75% dibandingkan penjualan sepanjang 2009. Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan peningkatan penjualan kendaraan truk di kelasnya secara nasional yang hanya 14,8% sehingga pangsa pasar Toyota Dyna secara nasional juga naik menjadi 16,28%.
Segala Medan dan Usaha
Toyota merancang kendaraan komersial dengan banyak varian karena untuk bisa menjamin efisiensi dan kenyamaan penggunaannya baik pemilik, sopir maupun struktur geografis wilayah. Type kendaraan biasanya cocok untuk satu jenis kegiatan, tuntutan efisiensi bagi pemilik akan berbeda pemahamannya dengan pengemudi. Karena itulah, Toyota sengaja mengembangkan varian yang luas dan beragam agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen sesuai dengan karakteristik usaha dan wilayah operasional kendaraannya. Sasis Toyota Dyna dirancang sedemikian fl
eksibel, hingga memudahkan pemiliknya untuk mendisain karoseri yang sesuai dengan kebutuhan," kata Johnny.
Untuk mengembangkan Toyota Dyna, TAM melakukan riset cukup mendalam, termasuk pengamatan karakteristik pengemudi truk di berbagai wilayah Indonesia. Kebiasaan sopir diamati sehingga rancangan kendaraan disesuaikan dengan kebiasaan umum sopir-sopir.
Begitu juga bagi pengusaha truk, kebiasaan mereka juga diamati TAM sehingga bisa merancang pelayanan yang mendukung efisiesi usaha yang mereka butuhkan, mulai dari pembiayaan pembeliaan kendaraan sampai pada dukungan suku cadang. "Kami betul-betul menyiapkan Toyota Dyna menjadi kendaraan yang efisien untuk usaha dan nyaman dikendarai," kata Johnny.
Berbagai kelebihan yang ditawarkan Toyota Dyna adalah sejumlah fitur baru yang bermanfaat meningkatkan kenyamanan pengemudi, antara lain power steering dan tilt telescopic.
Selain itu, varian baru Toyota Dyna mengadopsi mesin baru yang lebih efisien BBM nya. Sebagai kendaraan yang didesain untuk sarana pengangkutan dari sentra-sentra produksi, untuk segala jenis usaha dan dapat digunakan di berbagai medan. Berbagai varian Dyna juga dilengkapi sasis dan ragam pilihan diferensial yang lebih kuat dan mendukung untuk pemakaian di daerah perkebunan, pedesaan, hingga jalan raya baik antarkota maupun dalam kota.
Kamis, Oktober 21, 2010
Insentif Pemerintah Tentukan Harga Prius
Malaysia - Selama ini harga mobil di Malaysia dan Indonesia tak terlalu berbeda jauh. Namun khusus Toyota Prius, harganya bisa jauh berbeda di kedua negara.
Penyebabnya adalah perlakuan pajak yang diterapkan oleh masing-masing negara. Di Indonesia, hingga kini pemerintah belum ada realisasi penerapan pajak insentif bagi mobil-mobil yang berteknologi ramah lingkungan, seperti Toyota Prius Hybrid. Dampaknya bisa ditebak, harga mobil hybrid di Indonesia masih sangat mahal karena dibebani pajak yang teramat tinggi dari negara.
Beban pajak bagi mobil hybrid naik berkali-kali lipat, karena Pemerintah Indonesia menganggap Toyota Prius memiliki mesin ganda, yaitu bensin dan motor listrik. Berkat pemahaman ini akhirnya harganya menjadi super mahal, sehingga cenderung kurang populer di mata konsumen otomotif di tanah air.
Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan negara tetangga, Malaysia. Di Negeri Jiran, pemerintahnya membebaskan penuh bea masuk dan bea cukai yang sebelumnya dikenakan 50 persen, untuk penjualan mobil hybrid hingga 31 Desember 2011. Padahal aturan fasilitas pembebasan pajak ini, seharusnya akan berakhir pada 31 Desember 2010 nanti.
Perpanjangan insentif dilakukan supaya konsumen otomotif di Malaysia lebih tertarik menggunakan mobil-mobil yang ramah lingkungan. Tujuan utamanya tentu menjadikan tingkat emisi dan polusi gas buang menjadi berkurang, karena diharapkan akan banyak konsumen yang memilih mobil-mobil berteknologi hijau.
Penerapan pajak insentif yang sangat meringankan beban konsumen pembeli mobil hybrid ini, ditanda-tangani oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Tun Razak. Berkat fasilitas tersebut, Menteri Energi, Teknologi Hijau, dan Air Malaysia, Datuk Seri Peter Chin Fah Kui menyambutnya dengan suka cita.
“Langkah ini akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi karbondioksida. Saya sangat bahagia karena Perdana Menteri telah mengumumkan anggaran untuk teknologi ramah lingkungan itu,” ungkapnya.
Sekadar catatan, berkat penerapan insentif, harga Toyota Prius berkurang hingga 34.850 ringgit atau Rp100-an juta. Bila tanpa pajak, harusnya harga Prius mencapai 175.000 ringgit (Rp 504,4 juta), namun karena ketiadaan pajak, mobil hybrid terlaris di dunia itu kini harganya menjadi 140.149 ringgit (Rp404 juta) di Malaysia.
Sesungguhnya Pemerintah Indonesia setahun lalu juga pernah menyatakan niatnya memberlakukan insentif bagi mobil-mobil ramah lingkungan. Janji tersebut disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani waktu gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 lalu. Hanya saja hingga kini kabar itu tak terdengar lagi. (*)

Transportasi Cerdas
Toyota Motor Corp. sudah lama mengembangkan apa yang disebut ITS (Intelligent Transport System) yang menempatkan teknologi cerdas sebagai bagian penting untuk meningkatkan keselamatan trasnportasi, menekan emisi dan memaksimalkan efisiensi energi.
ITS yang dikembangkan Toyota misalnya sistem rambu cerdas yang bisa mengabarkan pengemudi jika ada mobil lain yang melaju di persimpangan yang sama. Pemberitahuan itu membantu pengemudi lebih antisipatif.
Ada beberapa sistem yang dikembangkan Toyota yang kemudian ditampilkan di 17th World Congress on ITS di Busan, Korea, 25 - 29 Oktober 2010. Ini kongres terbesar di dunia dan paling berpenguh yang membahas ITS. Diselenggarakan tiap tahun secara bergiliran di Asia, Eropa dan Amerika Serikat dan melibatkan lembaga yang berkaitan dengan ITS termasuk pemerintah, lembaga riset, dan perusahaan swasta. Mereka menggunakan ajang ini untuk memamerkan pencapaian dan riset tentang ITS.
Dengan tema kongres "Ubiquitous Society with ITS", Toyota akan mengajukan proposal untuk future sustainable mobility, serta insiatif yang telah di upayakan untuk mencapai proposal itu. Juga kontribusi untuk pengembangan teknologi ITS dan layanan-layanan yang telah dibuat untuk masyarakat.
Toyota akan memamerkan kendaraan berteknologi ITS (berbasis Lexus LS) dan video footage proses pengujian dengan infrastruktur yang mendukung ITS.Beberapa sistem itu telah diaplikasikan di Jepang -pertama di dunia- lewat kerjasama antara industri dan pemerintah. TMS juga menyajikan informasi mengenap perkembangan teknologi keselamatan berkendara seperti Pre-Crash Safety system yang dilengkapi kamera monitor pengemudi, radar dan stereo camera fusion system.
