Rabu, September 16, 2009

Metode Produksi Toyota Bantu RS Tekan Biaya


Toyota Production System bukan saja berhasil membantu banyak perusahaan meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tapi juga dipilih sebagai metode efisiensi Rumah Sakit (RS) di Amerika Serikat.

Pasalnya, reformasi sistem kesehatan Amerika Serikat menuntut RS di seluruh negeri memangkas pengeluaran hingga $ 2,.6 juta per tahun selama sepuluh tahun ke depan. Ini tugas sulit bagi RS karena separuh dari 5.700 RS di sana masih merugi.

Sejumlah metode dipakai untuk memangkas pengeluaran, diantaranya Toyota Production System seperti ditulis USA Today, Jumat (10/9).

New York City Healt and Hosptials Corp. (HHC), jaringan 11 rumah sakit di New York berhasil menekan biaya setelah memakai sistem just-in-time inventory dari Toyota Production System.

Menurut Alan Aviles, CEO New York City HHC, sebelum menggunakan metode just-in-time inventory, total inventory sebelas RS itu mencapai $ 10,2 juta. Barang itu menumpuk di gudang yang sangat luas. Beberapa barang bahkan sudah expired sebelum dipakai. Sejak berpindah menggunakan metode dari Toyota, pasokan barang tiba saat dibutuhkan, lima hari dalam seminggu, yang mengurangi stok hingga separuh dan menghemat one-time windfall $ 5 juta.

HHC pernah punya stok 20 jenis sarung karet berbeda warna dan ketebalan, kini mereka hanya menyimpan dua jenis saja dan bisa menghemat $ 4 juta setahun, hanya untuk sarung tangan saja.

Delnor Hospital di Geneva, Illinois berhasil menghemat $ 80 juta setelah menerapkan lean management yang asalnya dari Toyota. RS ini jadi pilihan banyak ibu untuk melahirkan. Karena makin banyak ibu yang melahirkan di sana, pihak RS menganggarkan $ 80 juta untuk perluasan.

Namun konsultan lean management yang membantu pihak manajemen RS, melihat bahwa pasien menunggu berjam-jam setelah mereka sebenarnya siap untuk pulang. RS kemudian menugaskan perawat membantu ibu-ibu untuk pulang dari RS, yang memangkas waktu tinggal pasien hingga 10 jam. Hasilnya, rencana perluasan senilai jutaan dollar itu tidak diperlukan lagi.

Dr Patricia Gabow, CEO Denver Health yang menyediakan layanan kesehatan untuk 25% warga Denver, mulai memakai Toyota Production System sejak empat tahun lalu. Hasilnya, Denver Health bisa menghemat $ 27 juta untuk pasokan barang-barang medis dan meningkatkan produktifitas.

Selasa, September 15, 2009

Berbuka Puasa Bersama Toyota Club
Jakarta – Tak mudah mengumpulkan para anggota 12 klub komunitas otomotif yang berbeda-beda, khususnya memasuki hari-hari akhir bulan puasa Ramadhan. Bukan hanya karena kesibukkan para anggotanya, tetapi juga telah banyak yang melakukan perjalanan mudik pulang ke kampung halaman.

Beruntung sekali, di bawah naungan Toyota, pada Minggu (13/9) kemarin telah terkumpul 12 anggota Toyota Club untuk melakukan acara buka bersama (ifthar). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta, dihadiri oleh puluhan anggotanya.

Tampak hadir pula Marketing Communication Manager Toyota Astra Motor (TAM), Achmad Rizal beserta Ustad Ibadurrohman, serta beberapa reporter perwakilan media. Mengingat acara ini sangat spesial karena jamaahnya dihadiri para anggota klub otomotif Toyota, maka Ustad Ibadurrohman menjelaskan tentang berperilaku yang santun di jalan.

Intinya untuk berbuat baik bisa dilakukan di mana saja, khususnya di kondisi lalu-lintas perkotaan seperti Jakarta, yang kerap menjadikan para pemakainya stress hingga saling mengumpat kepada sesama pemakai jalan yang lain. Untuk itulah Ustad Ibadurrohman berpesan supaya para anggota Toyota Club senantiasa menerapkan amar makruf nahi munkar (berinteraksi sesama manusia).

Dengan saling mengutamakan orang lain dan memenuhi hak-hak jalan untuk selalu tertib berlalu-lintas, maka beragam dampak negatif di jalan bisa dihindari. Tak jarang di lalu-lintas yang semrawut, akan muncul rasa atau keinginan untuk menyakiti sesama manusia, menimbulkan permusuhan, hingga bisa mengancam keselamatan jiwa sendiri dan atau orang lain.

Ustad Ibadurrohman pun menambahkan supaya para anggota Toyota Club tak lupa memohon lindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diantaranya dengan membaca doa (keluar rumah, naik kendaraan dan bepergian) dengan khusuk.

Siraman rohani dengan tema yang sangat menarik ini pun mendapat sambutan positif dari seluruh anggota Toyota Club. Terlebih setelah adzan Maghrib berkumandang, rasa kekeluargaan antara anggota klub semakin terasa bermakna dengan melakukan sholat berjamaah dan berbuka bersama.

Pada kesempatan yang sama, TAM pun menyampaikan sosialisasi kegiatan Toyota Jamboree 2009 yang akan dilaksanakan pada November 2009. Jamboree yang akan diikuti klub-klub otomotif Toyota ini kembali mendapat respon positif dari para anggota komunitas yang hadir. Semoga saja di hari H nanti, akan semakin banyak para anggota Toyota Club yang berperan aktif di dalamnya. (*)

Senin, September 14, 2009

Toyota Fortuner Diesel Matik - Besar Dalam Kenyamanan dan Keamanan

Jakarta – Tak salah rasanya jika para jurnalis Tabloid Otomotif merasa puas akan performa, kenyamanan dan keamanan Toyota Fortuner Diesel bertransmisi otomatik. Dari pengalamannya menjajal Sport Utility Vehicle (SUV) terbaru dari Toyota di Jalur Selatan Jakarta – Jogjakarta, rata-rata mereka kagum akan kehandalan Fortuner Diesel.

Mesin Senyap dan Responsif
Berbagai macam tantangan yang mereka temui, mampu diatasi dengan berbagai kiat yang tentunya bisa ditiru oleh pemakai Toyota Fortuner Diesel bertransmisi otomatik. Dengan bodi yang besar, Fortuner sanggup berlari dengan kecepatan 140 km/jam hingga 145 km/jam di jalan tol menuju Cipularang.

Dari pengalaman selama perjalanan, para reporter yang terbiasa menjajal segala macam jenis kendaraan itu salut akan performa transmisi Matik 5-speed yang responsif. Bahkan ketika memasuki wilayah Nagrek yang terkenal akan tanjakannya yang terjal, kemampuan mesin diesel matik khas Fortuner tetap dapat diandalkan.

Caranya dengan memfungsikan pilihan mode transmisi pada D-3! Dari upaya ini putaran mesin menjadi naik hingga menyebabkan torsi puncak mesin tercapai. Hasilnya laju Fortuner Diesel bertransmisi otomatik bertambah cepat dan sanggup melewati tanjangan yang terjal sekalipun.

Yang membikin para reporter ini makin kagum adalah raungan deru mesin dieselnya cukup senyap ketika menanjak di Nagrek. Bahkan untuk memindahkan tuas transmisinya ke D-3 berlangsung sangat halus.

Keistimewaan lainnya adalah walaupun mesin diesel Fortuner telah dilengkapi teknologi tinggi common rail turbo berkapasitas 2.500 cc DOHC, istimewanya dapur pacu ini mampu meminum solar lokal. Hal ini dikarenakan filter bahan bakarnya sudah disesuaikan dengan solar lokal sehingga lebih ekonomis untuk melakukan perjalanan jauh.

Sistem Pengereman Yang Akurat
Puas akan performa mesin, giliran untuk mengetahui tingkat keamanan mobil terutama sistem pengereman. Dari pengalaman selama di perjalanan, Tim Otomotif mengaku nyaris saja menabrak pengendara motor yang berhenti mendadak di depannya. Tak ayal pedal rem pun diinjak kuat-kuat dan untunglah insiden kecelakaan tak terjadi.

Akuratnya sistem pengereman pada Toyota Fortuner Diesel matik dikarenakan sudah dilengkapi dengan ABS dan EBD yang membuatnya tetap terkendali. Dengan pengalaman ini sekali lagi membuktikan bahwa biarpun Fortuner berbodi bongsor, tetapi tetap aman dan nyaman saat dikendarai.

Perhatikan Tekanan Angin Ban
Kiat lainnya dari para jurnalis agar Fortuner lebih terasa nyaman adalah memperhatikan ukuran tekanan ban pada seluruh rodanya. Mulanya kru redaksi Otomotif ini sempat merasakan guncangan ketika melewati permukaan jalan yang bergelombang.

Saat diukur tekanan angin bannya, ternyata terlalu kencang mencapai 42 psi! Setelah diset normal 32 psi, tubuh penumpang tak sampai terguncang-guncang ketika melewati jalanan yang tak rata. Terlebih didukung setingan suspensi Fortuner yang tak terlalu empuk dan juga tak berasa keras bantingannya. Sangat nyaman untuk perjalanan jauh.

Konsumsi Solar Yang Irit
Giliran uji konsumsi bahan bakarnya, cukup efisien. Dengan bodinya yang besar, SUV seharga Rp 369,6 juta (on the road, Jakarta ) itu dianggap para reporter masih tergolong irit.

Ketika diuji dengan kondisi lalu lintas yang padat khas ibu kota, konsumsi bahan bakarnya mencapai sembilan km per liternya. Sedangkan perjalanan luar kota mampu menembus 10 km per liter. Saat diajak melaju dengan kecepatan konstan 100 km/jam di tol, konsumsi solarnya lebih irit lagi karena bisa mencapai jarak 15,3 km/liter.

Dengan ulasan aktual dan obyektif dari para jurnalis Tabloid Otomotif ini membuktikan bahwa Toyota Fortuner Diesel bertransmisi otomatik ini tidak hanya memiliki keistimewaan lega dan lapang saja untuk tujuh penumpang, tetapi juga aman dan nyaman untuk perjalanan jauh sekalipun. (*)

Data Spesifikasi

Dimensi (P x L x T)

4.695 x 1.840 x 1.850 MM

Wheelbase

2.750 MM

Mesin

2KD-FTV, 2.494CC, 4 silinder segaris, DDOHC, 16 katup, D-4D common-rail diesel turbo

Tenaga Maksimum

102 dk/3.600 rpm

Torsi maksimum

260 Nm/1.600-2.400 rpm

Transmisi

5 percepatan otomatis

Suspensi dpn/blk

double wishbone, per keong / 4 link dengan lateral rod

Rrem dpn/blk

cakram berventilasi / teromol, ABS, EBD

Hasil tes

0-100 km/jam

17,1 detik

40-80 km/jam

7,2 detik

0-402 m

21,1 detik

Pengereman

100-0 km/jam

40 m

Konsumsi Bahan Bakar (Liter/Km)

Dalam kota

1 / 9

Konstan 100 km/jam

1 / 15,3

Luar kota

1 / 10

Jumat, September 11, 2009


Toyota dan Trans Studio World untuk Indonesia: Wujud Dukungan Toyota Terhadap Pariwisata Indonesia

Makassar - Mendukung program Visit Indonesia Year 2009, Toyota turut serta berpartisipasi dalam menghadirkan Trans Studio World Makassar, theme park indoor terbesar di dunia. Toyota bersama Trans Studio menghadirkan wahana wisata keluarga spektakuler yang dapat melengkapi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Indonesia telah cukup dikenal dunia internasional dengan pariwisatanya yang tersebar di seluruh nusantara. Wisata alam, wisata rohani, dan wisata budaya telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Melengkapi pilihan wisata di Indonesia, Wahana Wisata indoor terbesar di dunia hadir di gerbang strategis Indonesia timur, Makassar. Toyota mendukung penuh perkembangan wisata di Indonesia, termasuk juga memberikan dukungannya sebagai mitra dalam menghadirkan Trans Studio World di Indonesia.

Berlokasi di Tanjung Bunga, 5 km dari Makassar, gerbang strategis di wilayah Indonesia timur, wahana wisata seluas 24 hektar ini diresmikan pada pukul 09.09, 9 September 2009. Dibagi menjadi Trans Studio Theme Park dan Trans Studio Walk, Trans Studio World dilengkapi dengan restoran, penginapan, marina, serta pusat perbelanjaan. Keunggulan ini diharapkan dapat membuat Pariwisata Indonesia semakin melambung di mata dunia internasional, dan dapat mendukung program promosi pariwisata Visit Indonesia Year yang berkelanjutan.

“Toyota berharap, keikutsertaan Toyota sebagai partner Trans Studio dapat mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia, serta memberikan kontribusi terhadap program promosi pariwisata Indonesia, baik pada taraf lokal maupun internasional,” ungkap Johnny Darmawan, Presiden direktur PT. Toyota Astra Motor pada kesempatan berbeda. “Lokasi yang strategis, kelengkapan fasilitas, kreatifitas konsep, dan predikatnya sebagai theme park indoor terbesar di dunia, diharapkan dapat semakin meningkatkan minat masyarakat dunia terhadap wisata Indonesia, mengangkat nama Indonesia dan mendukung program pariwisata bertaraf internasional di Indonesia,” tambahnya.

Dukungan Toyota bagi Trans Studio World hadir di Mini Bumper Corner dan Bumper Car Corner. Sebagai mitra, investasi Toyota senilai hingga total 7 Miliar rupiah diwujudkan melalui unit mini bumper car Toyota Yaris, bumper car Toyota Kijang Innova, serta official shuttle bus guna mendukung operasional dan hiburan edukatif Trans Studio World. Toyota berharap kemitraannya dengan Trans Studio dapat meningkatkan geliat pariwisata di Indonesia, sekaligus bersama-sama mengembangkan wisata keluarga yang berkualitas di Indonesia.

“Dukungan Toyota terhadap Trans Studio World ini diharapkan dapat semakin meningkatkan antusiasme pariwisata di Indonesia, dan memberikan fasilitas wisata lengkap dan menghibur di lokasi yang strategis di Indonesia bagian timur ini, serta semakin mendekatkan brand Toyota Kijang dan Yaris ke hati masyarakat,” tambah Johnny Darmawan.

Minggu, September 06, 2009



Release Date : Rabu, 02 September 2009
Media : AutoCar, at page 62-63, size 2200 mmk
Journalist : Indra Prabowo
Source : Akihiko Otsuka, Chief Engineer Toyota Prius Generasi Ketiga

Dalam beberapa waktu belakangan, kami berkesempatan bertemu tiga pimpinan ahli teknik (chief engineer) Toyota dan Lexus yang menangani produk-produk berbeda. Mereka adalah Kaoru Hosokawa (chief engineer proyek IMV yang meliputi Innova, Fortuner, dan Hilux), Satoru Maruyamano (chief engineer generasi keempat Lexus LS), dan terakhir Akihiko Otsuka (chief engineer Toyota Prius generasi ketiga).

Sosok Otsuka sangat berbeda dengan Hosokawa dan Maruyamano yang kaku, pendiam, sangat sedikit tersenyum, dan straight-to-the-point dalam menjawab setiap pertanyaan. Sosok Otsuka yang kami temui dalam sebuah acara makan malam di Jakarta, satu hari menjelang Indonesian Motor Show (IIMS) 2009 digelarjauh lebih hangat, ramah, dan terbuka. Otsuka boleh dianggap mewakili generasi muda Toyota yang lebih enerjik dan bergairah. Penyuka olahraga memancing ini bergabung ke Toyota Motor Corporation (TMC) sejak 23 tahun silam, mengawali karier di bidang Noise Vibration Development Division yang bertanggungjawab terhadap Supra, Celica dan Carina.

Menurutnya, menjadi orang nomor satu yang mengembangkan Prius merupakan tantangan tersendiri. Pertama, Prius merupakan ikon 'eco car' (mobil ramah lingkungan) terlaris di dunia dengan penjualan lebih dari 1,2 juta unit dan masih terus bertambah. Kedua, "Bahkan brand Prius lebih kuat daripada brand Toyota itu sendiri di Amerika Serikat," kata Otsuka. Lalu, ketiga, dia harus menyerap ide-ide dari ribuan karyawan Toyota yang tergabung dalam suatu mills khusus Prius.

Namun, bagi Otsuka, Prius bukan hal yang asing. Setelah berlabuh di Vehicle Engineering Division Toyota Motor Europe Marketing & Engineering selama empat tahun (1994-1998), alumnus teknik elektro Universitas Ehime ini kembali ke TMC menangani Prius dan Estima Hybrid sebagai asisten chief engineer (1998-2006). Dua tahun lalu drummer kelompok band amatir Z-Zip ini akhirnya mendapat promosi menjadi chief engineer generasi ketiga Prius pada 2007

Berikut petikan wawancara kami dengan Otsuka mengenai Prius buatannya dan pesaing terdekat Toyota.

Mengapa Toyota mempertahankan bentuk hatchback Prius sejak generasi kedua?
Seperti yang kita ketahui, model hatchback lebih aerodinamis ketimbang bentuk sedan seperti generasi pertama Prius. Semakin aerodinamis, maka semakin irit konsumsi bahan bakar suatu mobil. Namun, perubahan bentuk dari sedan ke hatchback tersebut tidak melalui perdebatan yang mudah. Justru sebaliknya. Ketika itu, kami berusaha meyakinkan para petinggi Toyota bahwa pergantian bentuk akan semakin menguatkan citra Prius. Kami sadar bahwa citra Prius sangat kuat, bahkan lebih kuat dibandingkan brand Toyota itu sendiri di Amerika Serikat.

Bagaimana dengan Prius terbaru?
Prius generasi terakhir merupakan penyempurnaan dari pendahulunya. Kami melakukan evaluasi yang lengkap terhadap model sebelumnya, seperti desain, mesin, dan rolling resistance. Koefisien aerodinamika Prius terbaru 0,25. Angka tersebut merupakan yang terbaik, sebelum dikalahkan oleh Mercedes-Benz E-class coupe dengan 0,24. Dasar orang-orang Jerman tidak mau dikalahkan oleh orang-orang Jepang, hahaha...

Apakah Prius terbaru merupakan hash desain internal Toyota?
Desain dimenangkan oleh seorang desainer asal Yunani yang bekerja pada Toyota Europe Design Development

Mana yang lebih menantang, mengembangkan sports car atau mobil hybrid?
Saya merasa lebih menantang mengembangkan mobil hybrid, karena masih banyak aspekyang bisa dikembangkan. Misalkan mereduksi penggunaan sejumlah komponen guna menekan lebih jauh konsumsi bahan bakar dengan menyatukan inverter dengan motor listrik. Khususnya dalam mengembangkan generasi ke-3 Prius, kami harus membuat keputusan terbaik setelah mendapat banyak input dari sekitar 2.200 karyawan Toyota via milis Prius. Ini pekerjaan sangat menantang.

Dan, sebenarnya teknologi hybrid tidak hanya tepat untuk menghemat bahan bakar, tetapi juga sangat cocok untuk dibenamkan ke sports car yang membutuhkan performa responsif untuk berakselerasi awal yang cepat. Dorongan energi listrik yang spontan dari baterai dalam sistem hybrid akan menutupi jeda yang ditimbulkan oleh mesin bakar konvensional.

Hal-hal apa yang paling sulit dilakukan dalam mengembangkan Prius generasi ketiga?
Meningkatkan efisiensi bahan bakar. Seperti yang kita ketahui, Prius generasi sebelumnya terkenal sangat hemat bahan bakar, sementara kami ditugasi untuk lebih menekan konsumsi bahan bakar Prius generasi terakhir. Meningkatkan efisiensi sebesar 10% merupakan pekerjaan tersulit kami (23,3 kpl vs 24,4 kpl).

Tapi, kenapa justru Anda memilih mesin yang lebih besar?
Dalam perhitungan kami, mesin 1,8 liter yang menggantikan 1,5 liter adalah yang paling tepat dengan Prius sekarang. Mesin baru Prius lebih bertenaga dan lebih ekonomis. Performa mesin baru Prius sebanding dengan mobil-mobil bermesin bensin 2,4 liter.

Apakah Toyota hanya berkonsentrasi mengembangkan teknologi hybrid?
Kami belum memutuskan teknologi apa yang menjadi konsentrasi. Toyota akan melihat perkembangan lebih lanjut, dan punya beberapa teknologi terkini, seperti hydrogen dan fuel cell, namun mereka tidak berkembang, sehingga mahal. Secara realitas, teknologi hybrid-lah yang mengalami perkembangan pesat. Kita juga tahu bahwa isyu menipisnya cadangan bahan bakar fosil telah lama sekali didengar, namun buktinya sampai sekarang belum habis. Dan tak seorang pun dapat memastikannya.

Apakah benar Toyota akan meniagakan mobil hybrid ke semua jajaran produknya?
Benar. Toyota berkomitmen menawarkan mobil-mobil hybrid ke seluruh produk-produknya pada tahun 2020. Selama ini, Toyota telah berhasil menjual sekitar 80% mobil-mobil hybrid di dunia. Dengan teknologi hybrid, Toyota telah memangkas emisi karbon hingga 9 juta ton.

Termasuk model-model di Indonesia?
Sangat mungkin. Bisa saja nanti akan ada Toyota Avanza hybrid.

Seperti apakah Prius generasi mendatang?
Seperti arti nama Prius yang berarti "to go before", jadi Prius generasi mendatang harus mendahului produsen-produsen lain dengan teknologi-teknologi yang lebih maju. Prius akan lebih banyak membuang komponen yang tidak berguna dan memanfaatkan energi yang ada seperti matahari.

Produsen mana yang menjadi pesaing terdekat Toyota dalam teknologi hybrid?
Banyak produsen mobil yang menjadi pesaing kami, tetapi Honda adalah pesaing terdekat Toyota. Tetapi, kami tetap percaya diri karena memiliki teknologi yang lebih baik dari Honda. Motor listrik Honda Insight, misalnya, tenaganya lebih kecil dibandingkan tenaga motor listrik Prius.

Apakah Anda yakin produk Anda akan sukses?
Sangat yakin. Prius terbaru jauh lebih baik. Silakan Anda rasakan ketika menjadi penumpang dan pengemudi. Prius terbaru lebih nyaman dan fun to drive. Desainnya lebih bergaya sehingga tidak hanya menarik para konsumen tua yang menggemarinya selama ini. Kami akan mendapatkan lebih banyak lagi konsumen generasi muda.

Menurut Anda, desain mobil yang cantik itu seperti apa?
Jika dia terlihat cantik dan seksi dari setiap sudut. Mobil-mobil Ferrari, contohnya.

Apakah Anda senang mengemudi mobil?
Ya, saya sangat senang mengemudi. Saya, bahkan pernah memacu Toyota Supra saya hingga 300 kpj di autobahn (jalan tol di Jerman). Sayangnya, saya tidak bisa melakukannya lagi di Jepang karena banyak pembatasan kecepatan. Paling-paling saya menambah kencang sedikit, sedikit, sedikit, hahaha...