Harga OTR | TACP | NON TACP | ||||
OTR | DP (%) | Tenor | Angsuran | Bayar I | Angsuran | Bayar I |
DYNA 4 RODA CHASIS | ||||||
179,100,000 | 20% | 12 | 13,016,000 | 52,412,790 | 12,776,000 | 52,172,790 |
24 | 7,186,000 | 46,632,790 | 7,043,000 | 46,489,790 | ||
36 | 5,342,000 | 44,888,790 | 5,226,000 | 44,772,790 | ||
48 | 4,490,000 | 44,136,790 | 4,383,000 | 44,029,790 | ||
DYNA 6 RODA CHASIS 110 PS ET | ||||||
197,200,000 | 20% | 12 | 14,331,000 | 57,653,680 | 14,067,000 | 57,389,680 |
24 | 7,912,000 | 51,284,680 | 7,754,000 | 51,126,680 | ||
36 | 5,882,000 | 49,354,680 | 5,754,000 | 49,226,680 | ||
48 | 4,944,000 | 48,516,680 | 4,825,000 | 48,397,680 | ||
DYNA 6 RODA CHASIS 130 PS LT | ||||||
213,100,000 | 20% | 12 | 15,486,000 | 62,257,390 | 15,202,000 | 61,973,390 |
24 | 8,550,000 | 55,371,390 | 8,380,000 | 55,201,390 | ||
36 | 6,356,000 | 53,277,390 | 6,218,000 | 53,139,390 | ||
48 | 5,342,000 | 52,363,390 | 5,214,000 | 52,235,390 | ||
DYNA 6 RODA CHASIS 130 PS HT | ||||||
220,000,000 | 20% | 12 | 15,988,000 | 64,256,000 | 15,694,000 | 63,962,000 |
24 | 8,827,000 | 57,145,000 | 8,651,000 | 56,969,000 | ||
36 | 6,562,000 | 54,980,000 | 6,419,000 | 54,837,000 | ||
48 | 5,515,000 | 54,033,000 | 5,383,000 | 53,901,000 | ||
DYNA 6 RODA DUMP TRUCK 130 PS HTSDT108 | ||||||
267,250,000 | 20% | 12 | 19,421,000 | 77,937,525 | 19,064,000 | 77,580,525 |
24 | 10,722,000 | 69,288,525 | 10,509,000 | 69,075,525 | ||
36 | 7,971,000 | 66,637,525 | 7,798,000 | 66,464,525 | ||
48 | 6,700,000 | 65,466,525 | 6,539,000 | 65,305,525 | ||
DYNA 6 RODA DUMP TRUCK 130 PS HTSDT110 | ||||||
268,250,000 | 20% | 12 | 19,494,000 | 78,227,425 | 19,136,000 | 77,869,425 |
24 | 10,762,000 | 69,545,425 | 10,548,000 | 69,331,425 | ||
36 | 8,001,000 | 66,884,425 | 7,827,000 | 66,710,425 | ||
48 | 6,725,000 | 65,708,425 | 6,564,000 | 65,547,425 | ||
Selasa, Mei 19, 2009
Paket Kredit Truck Dyna
Senin, Mei 18, 2009
New Prius - Adopsi Keselamatan Lexus 
Release Date | : | Sabtu, 16 Mei 2009 |
Media | : | Investor Daily, at page 22, size 1470 mmk |
Author/Journalist | : | (man) |
Generasi terbaru Toyota Prius dikabarkan bakal dipasarkan di
Seperti dilansir astraworld.com, baru-baru ini, dua jenis perangkat keselamatan yang lazim digunakan dimobil Lexus itu adalah, Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) dan Pre-Crash.
Dengan kehadiran dua perangkat keselamatan yang baru tersebut, diklaim akan membuiat pemilik dan pengemudi New Toyota Prius bisa tersenyum lebih lebar. Karena dengan demikian, berkendara menjadi lebih aman dan nyaman.
Dynamic Radar Cruise Control merupakan sistem keselamatan yang bekerja menggunakan sistem radar, terutama untuk mendeteksi lalu lintas yang terdapat di depan mobil.
Jika lalu lintas kendaraan yang berada di depan mobil melambat, radar akan mendeteksi terjadinya perubahan kecepatan dan jarak. Sistem lalu memerintahkan Prius untuk memperlambat jalan agar tetap berada pada jarak aman.
Tapi, ketika mobil di depan berakselerasi lagi, atau menepi dan jalan di depan kosong, sistem akan memerintahkan Prius kembali ke kecepatan jelajah yang sudah di set sebelumnya. Dalam situasi itu, untuk mengerem atau berakselerasi, pengemudi tidak perlu menekan pedal apapun. Satu-satunya kondisi intervensi pengemudi diperlukan, jika mobil membutuhkan pengereman kuat yang tidak bisa dilakukan sistem.
Dan pada situasi itu, mobil akan membunyikan alarm untuk memberi peringatan kepada pengemudi untuk menginjak pedal rem.
Sementara perangkat keselematan yang satunya, yaitu Pre-Crash juga disebut-sebut menggunakan radar guna mengawasi benda-benda yang mendekat pada mobil. Benda tersebut kemudian dikalkulasi bersama kecepatan dan sudut mobil untuk menentukan apakah bakal terjadi benturan atau tidak.
Bila Prius diprediksi akan membentur sesuatu, alarm berbunyi dan sistem pengereman siap menghentikan mobil ketika pedal rem disentuh.
Tapi jika ternyata kecelakaan tak terhindarkan, Pre-Crash secara otomatis akan mengencangkan sabuk pengaman kursi depan. Dan sabuk pengaman juga akan mengencang saat pengereman kuat dan saat vehicle stability system mendeteksi mobil tidak terkontrol.
Selain dua perangkat keselamatan tersebut, sebenarnya pada produk-produk Lexus juga lazim ditambahkan dengan perangkat keselamatan lainnya, yaitu Lane Keep Assistdan Intelligent Parking System.
Perangkat Lane Keep Assist akan memberi peringatan pada pengemudi jika mobil keluar jalur tanpa memberi peringatan sebelumnya. Sementara Intelligent Parking System mampu memarkir mobil secara paralel tanpa bantuan pengemudi sama sekali.
Tapi sejauh ini belum ada informasi dari perusahaan, apakah kedua perangkat keselamatan yang biasa ditawarkan kepada konsumen Toyota Prius di Amerika Serikat (AS) itu juga akan diperkenalkan pada konsumen Prius di Australia.
Minggu, Mei 17, 2009
KOMPAS.com
— Walau kondisi pasar otomotif nasional kurang "sehat", PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap menunjukkan komitmennya. Produsen Toyota di Indonesia itu menyodorkan produk terbarunya, Toyota Corolla Altis 2.0, yang di-launching seminggu yang lalu.Bolehlah, Toyota Corolla Generasi ke-10 tipe G yang baru ini disebut facelift. Sebab, tak ada perubahan mencolok dari model sebelumnya sebagai varian tertinggi yang digantikannya, yakni Corolla Altis 1.8 V.
Dari sisi eksterior, perubahan hanya tampak pada desain gril yang lebih sporty, model sarang lebah. Kemudian, pada bumper depan dan belakang terdapat spoiler, plus penambahan side skirt serta sayap itik (spoiler belakang).
Mesin generasi baru GTi
Sekalipun begitu, tak berarti Altis 2.0 V ini tidak mengusung sesuatu yang baru. Justru ada. Sedikitnya, hal baru itu ada di lima bagian. Malah, kelahiran sedan medium ini, seperti dibilang Achmad Rizal, "Kami ingin memberi kepada mereka yang suka 'main-main'. Nah, Altis 2.0 inilah jawabannya."
Main-main yang dimaksud Marketing and Communication Manager PT TAM itu, kebutuhan akselerasi dan tenaga, dan hal itu ada pada Altis 2.0. Sebab, mesin 3ZR-FE berkapasitas 1.897 cc ini telah dilengkapi dengan Dual VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent). Teknologi itu menghasilkan performa mesin yang tinggi, tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar dan tetap menghasilkan emisi yang bersih.
Sebagai catatan, mesin generasi baru dari GTi pernah menjadi andalan Toyota Corolla GTi keluaran 1991, yang di Indonesia diproduksi terbatas (200 unit). Tenaganya cukup besar, termasuk Altis 2.0 ini yang diklaim sebesar 152 dk pada 5.600 rpm dan torsi 21,2 kgm pada 4.400 rpm.
Jadi, buat penyuka kecepatan, sedan baru Toyota ini bisa memenuhi selera. Sekalipun sebagai profesional muda (manajer yang mapan) yang doyan ngebut, kemewahan dan gairah mengemudi didapat di sini. Semisal, bosan dengan transmisi otomatis, bisa pindah ke gaya manual. Pengemudi cukup menekan paddle shift yang terletak di belakang kemudi; mirip mobil balap F1.
Unsur kemewahan yang sudah ditonjolkan pada model pendahulunya tetap dipertahankan. Itu seperti smart start & entry system, auto rain sensor, HID with manual leveling, dan wiper otomatis begitu turun hujan. Kecuali desain setir dari model palang empat menjadi 3 spoke leather dilengkapi dengan Audio & MID switch dan tombol cruise control.
Dengan harga Rp 372.500.000, New Altis 2.0 bersaing dengan Mitsubishi Lancer EX2.0 dan Honda Civic 2.0i. Dari dua kompetitornya itu, punya Toyota paling rendah harganya.

KOMPAS.com — Kalau tidak biasa, banyak orang tidak bisa membedakan antara Kijang Innova bensin dan diesel. Pasalnya, mesin diesel common rail yang digunakan Innova, suaranya sangat halus. Getarannya juga rendah, terutama bila dibandingkan dengan mesin diesel konvensional.
“Akibatnya, banyak orang keliru. Ketika ke SPBU, mengisi di bagian bensin,” ujar Rouli H Sijabat, PR PT Toyota Astra Motor. “Salah satu cara paling gampang memperhatikannya, di samping depan kanan dan kiri, ada tulisan D4D. Ini menandakan mesin diesel,” ujarnya. Dan tentu saja bisa ditambahkan lagi, di sisi kanan pintu belakang ada tanda ”2,5 (disertai E atau G, sesuai varian).
Serasa Bensin. Kondisi tersebut terbukti ketika Rouli menyerahkan satu unit Kijang Innova Diesel keluaran September 2008 dengan pemakaian sudah mencapai 15.000 km. “Dipinjam banyak teman media. Dibawa ke mana-mana,” ungkap Rouli.
Suara mesin lebih halus. Getarannya lebih rendah dibandingkan mesin diesel konvensional. Knalpot juga tidak “ngebul”, sama seperti mesin bensin.
Namun, begitu diperhatikan lebih cermat, ciri khas mesin diesel masih ada. Suara mesin—dibandingkan dengan bensin—masih kentara. Getarannya masih bisa dirasakan. Namun, begitu masuk ke interior dan semua pintu serta kaca ditutup, kondisinya sama saja dengan Innova bensin. Kondisi ini sekaligus menggambarkan 
Lantas, dengan muatan pengemudi dan dua penumpang, KOMPAS.com mencoba langsung start dengan gigi dua. Tujuannya, untuk membuktikan torsi besar yang dihasilkan mesin pada putaran rendah! Hasilnya, begitu pedal gas ditekan, mobil jalan dengan mulus atau tidak ada gejala “gemetaran”. Itu membuktikan, mesin diesel ini punya torsi besar dan bisa diperoleh pada putaran rendah. Putaran mesin pun beranjak dari 1.000 rpm ke 1.200 rpm dengan mulus!
Biosolar. Selama ini, untuk mesin diesel common rail, yang dikhawatirkan pemilik atau calon pemiliknya adalah untuk memperoleh bahan bakar diesel dengan kadar sulfur rendah. Selain harganya mahal—paling mahal dibandingkan dari bahan bakar lainnya—bahan bakar itu juga susah memperolehnya.
“Selama ini pakai solar biasa. Isi saja dengan solar biasa,” ungkap Rouli. Kami pun mengisi dengan biosolar yang sekarang sudah menjadi standar bahan bakar diesel di
Performa Innova Diesel ini pun dicoba di jalan tol. Awalnya memang kurang begitu gesit. Sedikit kesabaran menunggu, setelah putaran mencapai 1.400 rpm, tarikan terasa kencang, dan makin responsif setelah mencapai putaran 2.000 rpm.
MPV ini melaju dengan suara halus pada kecepatan 70 km/jam, gigi 
Konsumsi Solar. Selama tes, posisi jarum indikator bahan bakar diperhatikan secara cermat. Setelah jarak tempuh 100 km, jarum indikator masih pada garis paling atas indikator bahan bakar. “Kok kagak turun-turun?”
Akhirnya, diukur. Pada kecepatan rata-rata 70 km/jam, gigi 5 untuk jarak 90 km, menghabiskan solar 5,6 liter. Berarti konsumsi solarnya 16 km/liter. Irit juga ya!
Selanjutnya, dkombinasikan dengan kondisi lainnya, dengan jarak tempuh 202 km. Hasilnya, konsumsi bahan bakar 14,7 liter. Penasaran, bagaimana konsumsi jika melalui kondisi lalu lintas yang macet berat. Hasilnya, untuk jarak 46,8 km menghabiskan solar 3,710 liter. Berarti, konsumsi bahan bakarnya 12,6 km/liter.
Dengan konsumsi bahan bakar yang irit, dibandingkan dengan mesin bensin berkapasitas lebih rendah, dan harga biosolar sama dengan premium, keuntungan ekonomi lebih besar pun diperoleh dari Innova Diesel.
Dilengkapi CC. Informasi tambahan yang diperoleh KOMPAS.com dari Iwan Abdurachman, Bagian Training PT TAM, mesin diesel common rail Innova dengan kode 2KD-FTV, yang juga dilengkapi turbocharger ini, telah memenuhi standar emisi Euro-2. “Versi terbaru, 2007, dilengkapi dengan catalytic converter (cc),” ujarnya. Ditambahkan juga, ada penyetelan pada komputer mesin dan komponen lain. Dengan kondisi seperti itu, mesin diesel sekarang terbukti lebih andal!
“Kita juga sudah membuktikan penggunaan berbagai jenis bahan bakar diesel standar Pertamina (bukan Pertamina Dex), mulai dari Aceh sampai ke 
“Kita memang sempat menghentikan produksi Innova Diesel karena adanya komplain masalah kualitas solar yang tersedia. Namun, setelah dikembangkan, versi terbaru yang diperkenalkan pada 2007, tak ada lagi masalah,” beber Rouli Sijabat.
Karena faktor tersebut itu pula, kendati harga Innova Diesel lebih mahal sekitar Rp 15 juta (untuk setiap varian) dari versi bensin, kini peminatnya makin banyak. Penjualannya terus meningkat.
Ketika mampir di Mobil 88 mencari Innova Diesel transmisi otomatik, Leovan Widjaja, General Manager Mobil 88, berkomentar, “Innova Diesel otomatik? Mencarinya setengah mati. Pemiliknya orang unik. Mereka tak akan mau menjual dan menggunakan sendiri. Buktinya, mereka berani beli dengan harga lebih mahal dibandingkan versi bensin.”
Bukan itu saja, cara iklan ini menonjolkan teknologi-teknologi baru juga keren. Seperti panel sel surya yang terpasang di atap atap halte bus. Ini langsung mengingatkan bahwa Prius baru juga menggunakan panel sel surya di atapnya. Sel surya di Prius digunakan untuk menggerakan sistem sirkulasi udara, yang meringankan kerja AC dan pada akhirnya meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Untuk merealisasikan konsep menjadi iklan di televisi, butuh waktu 12 hari dengan melibatkan banyak orang dengan beragam kostum dan diakhiri dengan sentuhan digital. Dalam video behind the scene iklan ini terlihat betapa Prius bisa bergerak di dalam set produksi tanpa menyemburkan emisi sedikitpun karena menggunakan electric mode.
Menurut The Wall Street Journal,

