Kamis, April 23, 2009

Toyota Targetkan 7 Juta Unit untuk 2009

NAGOYA, SELASA — Toyota Motor Corp (TMC) berhasil mengukir prestasi dengan menggeser General Motor Corp sebagai pemegang takhta puncak teratas penjualan mobil di dunia yang sudah dikuasai selama 77 tahun. TMC selama 2008 mampu menjual sebanyak 8,972 juta unit dan unggul 616.000 unit dari raksasa produsen mobil Amerika itu.

Padahal, menjelang tutup tahun, badai krisis ekonomi global datang begitu ganas. Sampai-sampai, Toyota sendiri tidak mampu melampaui target awalnya sekitar 10 juta unit. Lantaran kondisi resesi belum pulih betul, TMC pun untuk tahun ini berharap bisa menjual total (dunia) di atas 7 juta unit.

Target itu lebih rendah 7 persen dari penjualan tahun 2008 dan terpaut 20 persen dibanding penjualan tahun 2007 yang mencapai puncaknya. Namun, Toyota berharap tetap bertahan setelah pada tahun fiskal 2008 kehilangan cukup banyak biaya operasional. Tampaknya tahun fiskal 2009 kondisinya tetap memburuk dan akan menyunat produksi lebih banyak lagi.

Sebagai gambaran, pada Desember lalu Toyota sudah mengurangi penjualan secara keseluruhan di dunia, dari 8,24 juta unit yang ditargetkan, menjadi 7,54 juta unit. Jumlah tersebut tidak hanya Toyota, tetapi termasuk produk dari Hino Motors Ltd dan Daihatsu Motor Co.

Langkah itu untuk menekan agar kerugian yang dialami tidak tambah parah sebab sejak Toyota berhasil melempar produknya lebih 10 juta unit di pasar global, manajemen melihat penyediaan unit diperkirakan bisa mencapai tiga juta unit pada tahun fiskal berikutnya.

Kenyataannya, dahsyatnya gelombang krisis ekonomi global membuat semua perhitungan meleset. Penjualan di Amerika sampai merosot 36 persen khusus Desember saja, dan di Eropa menyungsep hingga 26 persen. Satu-satunya jalan, Toyota harus mengurangi jumlah produksi.

Seperti di Jepang, jumlah produksi untuk Februari dan Maret disunat sebanyak 9.000 unit. Lebih menyedihkan lagi, Toyota di Amerika Utara sudah siap memberhentikan karyawan tetapnya dan yang di Inggris memotong gaji karyawannya.

sumber: Kompas.com

Penjualan Toyota di Amerika untuk Maret Naik 16,3 Persen

Kamis, 2/4/2009 15:30 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Memulai tahun fiskal 2009, Toyota melaporkan penjualan di Amerika untuk bulan terakhir tahun fiskal 2008 mengalami penurunan sampai 36,6 persen. Kepada kantor berita AFP, Toyota mengumumkan penjualan mereka selama bulan ketiga sebanyak 132.802 unit dan masih kalah banyak dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, total penjualan Maret lalu justru mengalami peningkatkan 16,3 persen dari Februari. Toyota Motor Sales Amerika dalam pernyataannya menyebutkan, untuk Maret ini, telah terjual total 118.563 unit.

Sementara itu, divisi Lexus melaporkan penjualan mereka Maret ini sebanyak 14.239 unit, drop sekitar 40,6 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Ternyata Lexus dan Toyota tidak sendiri mengalami penurunan penjualan.

Beberapa pabrikan Jepang lainnya juga mengalami hal serupa. Seperti penjualan Honda di Amerika, juga merosot sampai 36 persen, diikuti Nissan yang mencapai 38 persen. Adapun pabrikan mobil terbesar di Korea, Hyundai, menyatakan, penjualan di negeri Paman Sam hanya turun 4,8 persen.

Sekalipun penjualan produk-produk Jepang merosot, tampaknya raksasa mobil Amerika, General Motors Corp (GM), sulit untuk bisa mengambil alih pimpinan teratas yang dipegang Toyota dengan 8,97 juta unit. Untuk mempertahankan total penjualan 2008 sebanyak 8,37 juta unit. GM tampaknya mengalami kendala, apalagi Pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama terus menekan untuk segera dilakukan restrukturisasi.

Saking tak sabarnya tim ekonomi Amerika, CEO GM Rick Wagoner sampai dilengser. Posisinya diganti oleh Fritz Henderson.

Selasa, April 21, 2009

China Siap Geser Jepang di Industri Otomotif


CHINA, KOMPAS.com –Krisis ekonomi global telah menjungkirbalikkan industri otomotif dunia. Tak Cuma Jepang yang terkena dampaknya, beberapa pabrikan mobil di Eropa dan Amerika kelimpungan sampai pemerintah harus turun tangan untuk penyelamatannya.

Tak demikian dengan China. Bisnis dan industri permobilannya tetap berjalan di trek, sehingga memungkin negeri tirai bambu itu menjadi pabrikan mobil terbesar di dunia. Karena, baru-baru ini mereka berhasil menempel di belakang Jepang untuk menjadi urutan kedua. Sebelumnya, tahun lalu China lebih dulu menggeser Amerika.

Target China menggeser Jepang dari urutan teratas sampai 2013. Untuk 2009, sebuah lembaga riset, iSuppli memperkirakan China akan memproduksi sekitar 8,7 juta unit. Jumlah itu satu juta unit lebih banyak dari Jepang.

Ditambahkan, jika pasar otomotif global jatuh sampai 20% lebih akibat krisis itu, sementara China bisa dibilang sedikit stabil, meski produksi untuk tahun ini menurun 6,5%. Kendati begitu pemerintah China tetap memberi perlindungan terhadap industri otomotif, khususnya pabrikan mobil.

Langkah pengemanan pun dilalukan dengan merampingkan pabrikan mobil. Dari yang ada sebanyak 14 pabrikan, dirampingkan tinggal menjadi 10. Untuk ekspor, China menetapkan melalui brand Chery dan Shanghai Autos.

sumber: Kompas



Pameran Mobil di China Diserbu Pabrikan dari Mancanegara

SHANGHAI, KOMPAS.com China tampaknya menjadi pengecualian terhadap krisis ekonomi global bagi para pabrikan mobil di dunia. Bayangkan, lebih dari 20 pabrikan mobil yang berdatangan dari berbagai negara ikut ambil bagian dalam China Auto Show yang baru dibuka 19 April dan akan berakhir 26 April mendatang.

China sebagai tuan rumah diwakili paling sedikit 7 produsen mobilnya, seperti Changan Motor menampilkan E301 Crossover, diikuti Roewe memajang N1, sedangkan Jianghuai Automobile (JAC) menyodorkan city car, dan bersama Pinifarina, mereka juga menyertakan saloon hatchback dan model dua pintu.

Adapun dari luar, tampak GM membawa New Buick Invict. Ford mengandalkan S-Max dengan 7 tempat duduk (seven seater). Wakil dari Jerman, Mercedes, menampilkan New GLK bermesin 6 silinder, kemudian ada Porsche yang masih mengandalkan Panamera yang mengusung mesin bertenaga 300 dan 500 hp.

Dari Jepang, Nissan membawa dua varian dari Teana. Yang satu sedan medium, satunya lagi kelas premium. Adapun Honda diwakili ATPM-nya di China melalui Guangzhou memajang New Li Nian.

Menurut pihak penyelenggara, pameran ini diikuti 1.000 lebih partisipan, terdiri dari pabrikan mobil dan unit pendukungnya, antara lain stan aksesori. Kemudian, tidak disangka pula, jumlah tersebut merupakan rekor peserta terbanyak.

sumber: Kompas

Senin, April 20, 2009

RAV4 & Highlander Goda Shanghai Auto Show

Shanghai – Perusahaan raksasa otomotif Toyota akan menampilkan RAV4 dan Highlander kali pertama ke publik China di ajang Shanghai Auto Show (SAS). Acara pameran mobil terbesar di Asia ini memang menarik banyak industri otomotif.

Di saat krisis ekonomi yang melanda dunia, pertumbuhan penjualan otomotif di Negeri Tirai Bambu tergolong luar biasa. Tiap tahun angka pertumbuhannya mencapai 20%, sehingga tidak mengherankan pameran yang berlangsung mulai 20 April 2009 atau selama sembilan hari itu akan didatangi sekitar 600.000 orang.

Melihat potensi yang begitu besar, Toyota pun coba menggoda SAS dengan RAV4 maupun Highlander yang memang di produksi di Tianjin dan Guangzhou. Bahkan mobil-mobil mewah dari Lexus juga ikut dipamerkan kali pertama. Diantaranya RX450h, SUV crooover dengan sistem penggerak mesin bensin dan hybrid serta sedan sport convertible IS300C. Diharapkan dengan serangkaian produk terbaru ini, para miliarder China tertarik untuk memilikinya.

Selain mobil-mobil yang siap dilepas ke pasaran, Toyota juga menampilkan kendaraan listrik FT-EV. Mobil fuel cell hybrid sebagai lompatan teknologi Toyota juga terwakili melalui FCHV-adv. Tidak ketinggalan kendaraan personal mobility seperti i-REAL juga ikut dipamerkan. Kendaraan segala macam kondisi ala Hi-CT juga terlihat di stand Toyota.

Panitia organizer SAS menjelaskan tidak kurang 1.500 perusahaan berpartisipasi dalam pameran paling besar sejak 1985. “Terlalu banyaknya perusahaan yang berpartisipasi menjadikan kami tak cukup punya ruang, padahal permintaannya cukup besar,” papar Lawrence Lu, Executive Vice President Shanghai International Exhibition Co. (*)

sumber: Toyota Astra Motor