
Padahal, menjelang tutup tahun, badai krisis ekonomi global datang begitu ganas. Sampai-sampai,
Target itu lebih rendah 7 persen dari penjualan tahun 2008 dan terpaut 20 persen dibanding penjualan tahun 2007 yang mencapai puncaknya. Namun,
Sebagai gambaran, pada Desember lalu
Langkah itu untuk menekan agar kerugian yang dialami tidak tambah parah sebab sejak Toyota berhasil melempar produknya lebih 10 juta unit di pasar global, manajemen melihat penyediaan unit diperkirakan bisa mencapai tiga juta unit pada tahun fiskal berikutnya.
Kenyataannya, dahsyatnya gelombang krisis ekonomi global membuat semua perhitungan meleset. Penjualan di Amerika sampai merosot 36 persen khusus Desember saja, dan di Eropa menyungsep hingga 26 persen. Satu-satunya jalan,
Seperti di Jepang, jumlah produksi untuk Februari dan Maret disunat sebanyak 9.000 unit. Lebih menyedihkan lagi, Toyota di Amerika Utara sudah siap memberhentikan karyawan tetapnya dan yang di Inggris memotong gaji karyawannya.




