Senin, Juli 07, 2008











Kembali, Djarum Toyota Team Indonesia Sapu Bersih
Fastron Pertamax Indonesia Touring Car Championship Seri ke 3
Sentul, 6 Juli 2008 - Djarum Toyota Team Indonesia (TTI) kembali menorehkan prestasi pada seri ketiga Fastron Pertamax Touring Car Championship 2008 (FPTCC 2008) yang digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor (Minggu, 6 Juli 2008). Djarum Toyota Team Indonesia dengan pembalap berprestasinya, Renaldo P.Koesoemo (Aldo) meraih peringkat pertama pada kelas Indonesia Touring Car Championship (ITCC). Sementara itu pada kelas Grand Touring Car Championship (GTCC), Toyota merajai kejuaraan dengan Haridharma Manopo (Hari) pada peringkat I dan peringkat V oleh Dandy Rukmana. Dengan begitu, Toyota Yaris dan Vios yang mengusung mesin 1 NZ-FE berteknologi VVT-i terbukti memiliki performa tangguh yang telah dibuktikan dengan performanya di ITCC dan GTCC 2008.

Kemenangan pada seri III ini semakin mengukuhkan dominasi Toyota setelah pada seri sebelumnya Toyota Vios dan Yaris juga sukses menjuarai kelas ITCC dan GTCC. Sementara itu, Direktur TTI, Achmad Rizal dan Manager Djarum TTI, Memet Djumhana mengungkapkan bahwa keberhasilan tim yang dipimpinnya merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh anggota tim. "Keberhasilan ini akan menjadi kebanggaan semua pihak, tidak hanya Toyota Astra Motor dan Djarum Toyota Team Indonesia, tapi juga seluruh publik yang selama ini mendukung dunia otomotif Toyota," ungkap Rizal. "Kami bersyukur karena strategi kami berjalan sesuai dengan harapan yaitu membawa kami pada kemenangan," Ujar Memet Djumhana, Manajer Djarum Toyota Team Indonesia dengan bangga.

Pada kelas GTCC, Haridharma yang start pada posisi kedua mampu meningkatkan performanya hingga berhasil menempati posisi pertama dan menjadi juara pada akhir perlombaan. Sedangkan Dandy Rukmana berhasil meraih the best lap dengan catatan waktu 1.57,029. Kelas ini berlangsung seru karena melombakan kendaraan pabrikan dengan modifikasi minimum serta menjadi ajang pembuktian dari ATPM akan kehandalan produknya yang juga dijual secara umum dipasaran.

Sementara itu pada kelas ITCC, pembalap tim Djarum TTI, Aldo melengkapi prestasi gemilang Djarum TTI di seri 3 ini dengan kembali menghadirkan podium utama di kelas Indonesia Touring Car Championship (ITCC) dengan mengendarai Toyota Vios yang mampu mengalahkan lawan-lawannya yang memiliki kapasitas mesin lebih tinggi.

Prestasi Djarum TTI yang kembali melakukan sapu bersih dalam seri ketiga ini memang merupakan perpaduan antara keunggulan produk, kehebatan pembalap dan kekompakan tim di sirkuit. Dan ini menjadi pembuktian nyata kualitas serta duo performa Toyota Yaris dan Toyota Vios yang menggunakan mesin I NZ-FE dengan teknologi VVT-I untuk efisiensi bahan bakar dan performa.
Konsumen Khawatir Harga Naik: PENJUALAN MOBIL PADA JUNI NAIK 36,21%

Realisasi penjualan mobil pada Juni mencapai 53.700 unit, dipicu oleh tingginya permintaan sebagi antisipasi konsumen atas kemungkinan kenaikan harga. Berdasarkan data Gaikindo yang diperoleh, penjualan kendaraan bermotor roda empat pada Juni secara wholesale (pengiriman dari pabrik ke diler) berhasil membukukan angka tertinggi sejak awal tahun yaitu 41.376 unit.

Pertumbuhan penjualan mobil pada Juni mencapai 36,21% dibandingkan dengan periode yang sama 2007 yaitu 39.424 unit. Secara komulatif, penjualan mobil pada Januari - Juni 2008 mencapai 291.641 unit atau naik 47,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007.
Angka penjualan Juni sebesar 53.700 tersebut sudah termasuk laporan resmi angka penjualan hampir semua merek mobil kendaraan buatan Jepang yang menguasai lebih dari 90% pasara mobil nasional.

Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra mengatakan laju inflasi Juni 2,46% sebagai dampak kenaikan harga BBM bersubsidi tidak memukul pasar mobil nasional.
"Inflasi yang tinggi seharusnya menekan permintaan karena daya beli masyarakat melemah. Inilah salah satu keanehan yang terjadi di pasar mobil nasional," ujarnya.

Amelia memperkirakan konsumen mempercepat waktu pembelian karena menyadari kenaikan harga bahan baku akan mendorong kalangan ATPM meningkatkan harga jual produknya.

Amelia tidak membantah ketika disebut lonjakan permintaan wholesale pada bulan keenam tahun ini lebih disebabkan oleh aksi jaringan diler yang berusaha melakukan penyimpanan stok sebelum kenaikan harga. Secara bisnis, menurutnya, kebijakan memperbanyak stok akan dilakukan jika ada permintaan yang besar dari konsumen.

Marketing & After sales Director PT HPM Jonfis Fandy mengatakan penyesuaian harga BBM dan kenaikan suku bunga acuan memicu percepatan pembelian mobil oleh konsumen. "Industri otomotif akan tetap jalan, dengan catatan selama BI rate tidak melewati 9%.

Untuk Juli, penjualan mobil diperkirakan tetap bergairah, yang ditopang oleh sejumlah event yakni pameran IIMS 2008 dan PRJ. Penjualan mobil nasional bulan ini diperkirakan mencapai 51.000 - 52.000 unit.

Marketing Director PT TAM Joko Trisanyoto mengatakan perusahaan telah menyesuaikan harga jual beberapa jenis mobil keluaran Toyota sejak Januari hingga Juli ini, seperti Avanza, Dyna dan Vios.
Pasar Otomotif Semester I/2008

Bulan >>>Volume (unit)

Januari 41.376
Februari 47.506
Maret 46.721
April 51.640
Mei 50.698
Juni 53.700
Total 291.641

Bisnis ndonesia

TAM AKAN LUNCURKAN NEW ALPHARD

PT TAM kembali merilis van premium New Alphard, setelah peluncuran mobil ini pada perlehatan Indonesia International Motor Show 2008, 11 Juli. TAM tidak memiliki target khusus untuk penjualan seri terbaru New Alphard. Meski manajemen memproyeksikan antusiasme konsumen tetap tinggi seperti seri terdahulunya yang memiliki populasi hingga 1.000 unit.

"New Alphard tergolong bukan unit massal, jadi tidak ada target spesifik," ujar Marketing Communication Manager PT TAM Achmad Rizal.

TAM, lanjutnya, akan membuka kesempatan bagi importir umum ikut memasarkan mobil mewah ini, karena tujuan utama Toyota Astra memasarkan New Alphard di Indonesia untuk membangun citra merek dan memnuhi permintaan konsumen akan layanan purna jual.
Selama ini mobil van premium masuk melalui importir umum.

Minivan generasi terbaru Toyota ini mengalami perubahan yang cukup radikal pada eksteriornya. Desain grill dan lampu depan serta lampu belakang dibuat tajam, sehingga memberi kesan gagah.

New Alphard akan mengusung mesin berkapasitas 3.500cc dengan sistem transmisi otomatis. Mobil berkapasitas enam penumpang akan dibanderol sekitar Rp 1 miliar.
Bisnis Indonesia

NISSAN TARGETKAN KUASAI 30% PANGSA PASAR SUV

Nissan menargetkan meraih 30% pangsa pasar SUV tahun ini, menyusul diluncurkannya All New X-Trail. Mobil yang berada di segmen SUV medium itu dipatok laku terjual 150 unit per bulan.
"Kami harapkan diluncurkannya All New X-Trail, Nissan bisa meraih sekitar 30% dari 30.000 unit SUV yang diperkirakan terjual tahu ini," ujar Deputy Director National Sales & Promotion PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan.

Kehadiran All New X-Trail diharapkan mampu mendongkrak angka penjualan SUV yang pernah menjadi nomor satu di Indonesia ini. Tampilan All New X-Trail sedikit berbeda dengan pendahulunya. Dengan bentuk fisik yang lebih besar dibandingkan dengan seri sebelumnya, membuat mobil ini terlihat lebih kokoh.

Di segmen SUV medium, Nissan All New X-Trail yang dibanderol Rp 286 juta - Rp 306 juta, akan ketat dengan Honda CR-V, Ford Escape, Suuzuki Grand Vitara.
Bisnis Indonesia

Jumat, Juli 04, 2008

Industri Otomotif Pasca Kenaikan Harga BBM: BERHARAP 'BUNGA' BERSAHABAT


Hantaman kenaikan BBM rata-rata 28,7% bukanlah gelombang pertama bagi industri otomotif nasional. Sebelumnya sudah 'terpukul' oleh kenaikan harga bahan baku. "Baja naik 60%, plastik dan cat 40%, tembaga 300%. Sudah tidak keruan," jelas Presdir PT Indomobil Sukses International Tbk, Gunadi Sindhuwinata.

Buntutnya, diprediksi terjadi koreksi pada penjualan. Indikasinya, terlihat dengan melambatnya penjualan dari lima ATPM, Toyota, Mitsubishi, daihatsu, Suzuki dan Honda. "Pasti ada koreksi, diperkirakan 5%, yang mau beli menunggu kepastian suku bunga pinjaman," kata Presdir PT TAM Johnny Darmawan.

Apa boleh buat, para pelaku otomotif nasional cuma bisa berharap pukulan itu tidak berlanjut hingga memaksa otoritas moneter mengerek BI Rate lebih tinggi lagi. "Dengan inflasi yang terjadi, penyesuaian rate hanya 0,25% masih reasonable, belum ada mesalah," kata Gunadi menyebut angka penjualan hingga Mei sudah 237.941 unit.

Interest rate menjadi pertahanan terakhir. "Suku bunga menjadi sangat penting, karena 85% penjualan adalah kredit," lanjutnya seraya berharap BI Rate tetap di posisi ideal, yaitu 8% atau di bawah itu. Perhitungannya, dengan 5%, maka kredit komersial perbankan menjadi 13 - 14%. lalu, ditambah 6% untuk menutup resiko dan biaya lain-lain, kredit konsumsi yang sampai ke konsumen bisa 20%.

Otoritas Moneter memberi sinyal target inflasi tahunan 11,2%, sehingga kalangan otomotif berharap BI Rate bertahan 8 - 9%. Dengan begini, kredit konsumsi berpeluang tetap berada di 15,25% - 16,25%.

Pentingnya suku bunga juga disampaikan Mukiat Sutikno, Managing Director PT GM AutoWorld Indonesia. "Yang krusial sebetulnya tingkat suku bunga." Alasannya pun serupa, 80% market didominasi pembelian secara kredit. Bahkan, yang lebih ke entry level atau middle low (di kelas Rp 150 jutaan ke bawah) pembelian kredit bisa 95%, segmen ini sensitif. Sedangkan GM yang kini fokus utama pada Captiva, pembelian kredit 75-80%. "Pengalaman 2005, karena inflasi tinggi maka bunga pun tinggi, bisa drop," ujarnya.

Johnny pun lebih mewaspadai inflasi, karena ini mendorong otoritas moneter menaikkan suku bunga benchmark, BI rate yang menjadi tolak ukur suku bunga komersial. "Harus diakui, bila kredit di perbankan juga dicatatkan, komposisinya bukan 50% - 500%. Riilnya untuk Toyota itu 40% cash dan 60% credit.

Sedangkan Marketing & after Sales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy mengatakan, kecil pengaruh kenaikan BBM. "Kenaikan harga bahan baku produksi dan penentuan harga jual, nilai tukar dan bunga lebih berpengaruh. tapi, yang terpenting BI rate stabil."
Media ndonesia

2005 HABIS TERGERUS, 2008 JAGA MOMENTUM


Pengalaman pahit kenaikan BBM 2005 yang mencapai 129% menjadi pelajaran bagi otomotif nasional. Tekanan tahun ini, di antaranya dari kenaikan BBM subsidi 28,7% tak harus serta merta direspoms dengan keputusan yang sembrono. Ketua umum Gaikindo, Bambang Trisulo mengatakan, tahun ini, target awal penjualan Gaikindo tetap sama yakni 520 ribu unit, naik 36% dari 430 ribu unit di tahun 2007. "Kita mencoba menjaga momentum peningkatan ini."

Johnny Darmawan, Presdir PT TAM yang juga Wakil Ketua Gaikindo mengatakan, Gaikindo tak harus mengoreksi target 2008 sebesar 520 ribu unit. Apalagi, kenaikan BBM ini berbeda dengan kejadian Oktober 2005. "Saat itu, benar-benar sakit, Januari - September pasar kencang, lalu BBM naik di atas 100% dan pasar langsung drop."

Johnny mengatakan, kenaikan BBM ini sudah dihitung, akan memicu inflasi naik 2%, tak bisa lagi satu digit, tapi daya beli tak sampai drop. Memang, market shock 3 - 4 bulan. Kebetulan, Juni - Juli berbarengan dengan persiapan tahun ajaran baru, sehingga mungkin pasar retail terkoreksi. Toh, di semester kedua ini pun banyak mobil baru keluar menjalang IIMS ke-16.

Retail sales mungkin turun sampai agustus, tapi September sudah harus bersiap. Karena mau lebaran, orang sudah lupa, kembali lagi pada tradisi mau pulang kampung bawa mobil bagus, dapat THR. "Saya harapkan pola ini tidak berubah. Sehingga Juni sampai Agustus saja ada koreksi. September naik, biasanya stabil lagi, kalau tidak ada goyangan," ujarnya.

Sementara itu, Gunadi mengatakan, dengan kenaikan BBM ini, industri otomotif tak mau mengambil resiko, sehingga nantinya pasar terdistorsi. Berdasarkan pengalaman, setelah harga BBM akhir 2005 naik 129%, pasar meresponnya sangat drastis, sehingga penjualan 2006 turun. Saat itu, pasar turun bukan hanya kenaikan BBM, tapi daya beli tergerus inflasi 17%. Kemudian BI Rate 12,5%, interst rate komersial 17%. "Akibatnya, suku bunga yang sampai di konsumen mencapai 24-25%.

Mei lalu, presentase kenaikan BBM hanya sepertiga kenaikan 2005. Sehingga, pola penurunannya pun tak lebih dari sepertiga pola 2005. Bila mengikuti pola ini, Media Otoblitz menghitung hingga akhir tahun penjualan bisa mencapai 517.999 unit atau mendekati 520 ribu unit.

Yang jelas semua berharap kejadian 2005 tak berulang.
Media Indonesia

FAKTA, MOBIL NIAGA BERGEMING


Naiknya harga BBM, boleh saja membuat penjualan mobil penumpang (passenger car) sedikit goyang. Tapi tidak bagi mobil niaga alias commercial car. Faktanya, Januari - Mei 2008 penjualan mencapai 76.346 unit, luar biasa, naik 75,98% dibandingkan 2007 di periode yang sama.

Apa penyebabnya? "Ternyata, pertumbuhan sektor perkebunan dan pertambangan bukan main pesatnya. Daya beli di daerah, terutama di luar jawa, terus meningkat. Minimal 26%," jawab Gunadi Sindhuwinata, Presdir PT Indomobil Sukses International. Apalagi, pasar niaga masih belum bisa dipenuhi, khususnya di kategori 2 dan 3.

Presdir PT TAM, Johnny Darmawan pun melihat adanya pertumbuhan di kedua sektor itu.
Tak heran jika muncul dugaan, optimisme tercapainya target penjualan mobil tahun ini diprediksi 520.000 unit karena tertutupi oleh kenaikan commercial car yang luar biasa. "Tidak seperti itu. Niaga itu mainnya 10-11%. Paling tidak, naiknya permintaan ini menjamin kegiatan pabrik tetap berjalan. karena bila pabrik berhenti, overhead-nya bukan main, berat bagi industri dan konsumen. Kami pun terpaksa meng-absorb kerugian, yang harus dibagi-bagi sampai ke konsumen," papar Gunadi.

Performa Beberapa merek Jan – Mei 2008
Merek 2007 2008 Growth
Unit Share (%) Unit Share (%) Unit %
Mitsubishi 29.378 67,72 44.056 57,71 14.678 49,96
Toyota 4.155 9,58 12.177 15,95 8.022 193,07
Isuzu 6.459 14,89 9.864 12,92 3.405 52,72
Hino 1.992 4,59 3.734 4,89 1.742 87,45
Hyundai 38 0,09 3.585 4.70 3.547 9334,21
Ford Ranger 1.061 2,45 1.571 2,06 510 48,07
Media Indonesia

First Sight - Toyota New Alphard: YANG MAU SILAKAN ANTRE


PT TAM boleh tersenyum melihat respon luar biasa yang diperlihatkan para calon konsumen New Alphard belakangan ini. Bukan apa-apa, meski sosok versi terbaru MPV Premium Toyota ini belum lagi masuk ke pasar dalam negeri, para peminatnya sudah antre. "Daftar indennya lumayan panjang. Padahal untuk pemesanan sekarang, baru sekitar September atau Oktober mobil bisa delivery," ungkap Widyawati, Deputy GM TAM.

Versi teranyar MPV premium ini sebetulnya belum lama diluncurkan di negeri asalanya, pertengahan Juni lalu. Namun bagi para pencinta Alphard di dalam negeri, sosoknya menjadi penting karena TAM rencananya bakal memasarkannya secara langsung setelah dipamerkan di ajang pameran IIMS ke-16.

Lalu seperti apa sosok anyar MPV premium Toyota ini? Bisik-bisik yang beredar dari sumber TAM, Alphard teranyar yang diimpor ke Indonesia ini mengambil basis mobil konsep FT-MV yang pernah tampil di ajang Tokyo Motor Show 2007 silam, namun tidak seektrem tampilan mobil konsep itu. Tinggi tubuhnya bahkan tak sejangkung pendahulunya, namun ruang kabin justru lebih tinggi karena posisi lantai dibuat lebih rendah 55mm.

Mirip dengan versi Jepang yang berlabel Vellfire, tampilan eksteriornya tetap elegan sekaligus sporty, terutama bagian depannya yang menonjol lewat desain headlamp model bertingkat. Di sektor interior, kabin new Alphard menyuguhkan kenyamanan 'kelas atas' dengan sejumlah fitur ala penumpang business class.
Varian yang bakal masuk lewat pintu TAM adalah versi 3.500cc dengan spesifikasi lengkap dengan tenaga 276hp plus transmisi super ECT 6-speed. Sejauh ini memang belum ada harga resmi dari TAM. Namun, bocornya sekitar Rp 1,1 milyar.
Media Indonesia

Fost & Sullivan ASEAN Otomotive Award 2008: KATEGORI BARU: BEST VALUE FOR MONEY
Inilah tahun kedua Frost & Sullivan, perusahaan riset yang berkantor pusat di Amerika Serikat memberikan penghargaan buat industri otomotif di kawasan ASEAN. Di tahun kedua ini, mereka menetapkan kategori baru, yaitu The Best Value For Money.
Menurut Kavan Mukhtyar, Partner & Head of of the Automotive & Transportation Practice, Asia-Pasific Frost & Sullivan, kategori ini untuk mengidentifikasi mobil yang punya biaya terendah dalam kepemilikan mengingat mulai meningginya harga minyak yang juga berdampak pada sektor otomotif.

Untuk kategori ini, pihak Frost & Sullivan menetapkan Suzuki Karimun Estilo sebagai The Best value for Money di Indonesia. Dipilihnya Karimus Estilo dengan sejumlah parameter yang dijadikan acuan. Yaitu, mulai dari ongkos kerja mekanik di dealer mobil, hingga banderol resmi onderdil. "Kami mensurvei, Karimun Estilo bila dihitung cost secara total lebih murah dibanding dengan mobil lain yang sekelasnya<," jelasnya. Selain itu, bila tahun lalu, Toyota Avanza ditahbiskan sebagai model terbaik alias Best Model Of The Year di Indonesia, kini gelar itu diraih Nissan Grand Livina. "Kita melihat dari pertumbuhan Nissan Grand Livina terutama di pasar Indonesia. Grand Livina bisa establish meski bertarung dengan merek yang sudah mapan. Mereka tumbuh pesat, dari sebelumnya tidak ada begitu masuk langsung mencuri perhatian publik," ujarnya. Peraih 2008 Frost & Sullivan ASEAN Automotive Awards di Indonesia Kategori Penerima 1. Best Model of the Year PT Nissan Motor Distributor Indonesia untuk Grand Livina 2. Emerging Automotive Component Manufacturer of The Year PT Selamat Sempurna, Tbk 3. Best Value For Money of The Year PT Indomobil Niaga International untuk Suzuki Karimun Estilo 4. Automotive Finance Company of The Year Astra Credit Company 5. Automotive Distributor of The Year PT Toyota astra Motor 6. Motorcycle Manufacturer of The Year PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Otomotif 'KENAIKAN BI RATE HARUS DILAKUKAN HATI-HATI' Kalangan pelaku industri otomotif mengharapkan rencana kenaikan suku bunga acuan BI (BI rate) hendaknya dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak semakin menyulitkan industri dan masyarakat. Sepanjang Januari - Mei 2008, penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik tercatat mencapai 236.243 unit dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 500.000 unit hingga 520.000 unit. Presdir PT Indomobil Sukses international, Gunadi Sindhuwinata mengatakan kenaikan BI Rate diharapkan tidak terlalu tinggi atau melonjak hingga 17% seperti pada 2006. "Kenaikan BI Rate yang masih bisa ditoleransi pelaku usaha adalah di bawah 10%," ujarnya. Menurutnya, jika BI rate mampu dipertahankan di level 8,5% pasar otomotif nasional diperkirakan tidak akan tertekan pada semester II tahun ini. Selain BI rate, kata Gunadi, inflasi dan nilai tukar menjadi faktor lain yang mempengaruhi pasar otomotif nasional. Untuk itu, pemerintah diharapkan meredam laju inflasi, di mana pada Juni mencapai 11,03% (year-on-year).
Bisnis Indonesia

Kamis, Juli 03, 2008

New toyota Alphard


Kamis, Juni 26, 2008


THE 16th INDONESIA INTERNATIONAL MOTORSHOW 2008

Sebentar lagi sejumlah ATPM bakal menggelar modil andalan mereka di ajang pameran bertajuk Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-16 di jakarta (11 - 20 Juli). Mobil-mobil yang ada. lebih didominasi mobil yang didagangkan. Simak saja sejumlah presentasi yang dilakukan para ATPM itu saat konferensi pers. "Kami akan tampilkan 18 All New Jazz di sana," sebuta Yosef Swasono Agus, Corporate Communication Assistant Manager PT HPM.
Lain Honda, Suzuki mencoba menampilkan sejumlah mobil bertampang baru. Bukan apa-apa, tampaknya mobil-mobil yang muncul seluruhnya sudah diluncurkan jauh hari. Hanya saja, tampangnya banyak yang dimodifikasi. Meski, PT Indomobil Niaga International juga berencana meluncurkan SX4 Crossroad.
Begitupun dengan Toyota yang kali ini justru menampilkan line up versi kelas atas. Mereka berencana meluncurkan Alphard anyar dan Toyota Land Cruiser terbaru. Kata Achmad Rizal, communication manager PT TAM, kedua mobil ini yang digadang-gadang bakal jadi 'bunga' Toyota di sana.
Walu begitu, Johnny Darmawan, ketua penyelenggaran IIMS 16th ini tak mau disebut kalau ajang pameran ini sebagai arena jual beli. "Ini adalah ajang dimana para peserta menampilkan teknologi mobil yang ramah lingkungan. Jangan mengejar kuantitas saja. Jadi bukan ajang jualan semata," seru lelaki yang juga menjabat wakil ketua Gaikindo itu.
Sementara itu, Bambang Trisulo, ketua umum Gaikindo menyatakan kalau ajang pameran seperti ini selayaknya dipakai untuk menarik wisatawan. Namun begitu, tercatat sejumlah ATPM tak ikut dalam gelaran ini. Yaitu BMW, Volvo, Renault, Chevrolet, Subaru, Nissan Diesel dan Jaguar.

RENCANA ATPM SAAT IIMS

HONDA: 18 Unit All New Jazz dan Robot Asimo
MITSUBISHI: 9 unit mobil, 2 mobil konsep dan meluncurkan 2 produk baru
FORD: Mobil konsep Verve, Ranger, Everest, Focus, Replika WRC tunggangan Mikko Hirvonen.
TOYOTA: New Alphard, Land Cruiser, mobil konsep I-real, 18 unit mobil
SUZUKI: Unit display, Mobil konsep Kizashi, SX4 modif, Grand Vitara modif, Swift limited edition, Baleno Modif, APV Modif, Karimun Estilo modif.
VW: Tiguan, Phaeton, Beetle Cabriolet, Transporter Small
AUDI: A5, A8, A4
NISSAN: New X-Trial, Sport konsep, Latio
MAZDA: Demio (Mazda 2) atau Biante atau Roadster, Mazda5, Mazda6, Mazda3, BT-50, RX8 facelift, CX7
MERCEDS-BENZ: 5 unit mobil dan 1 Smart.
Otomotif

Mobil Baru: GRAND VITARA TAMBAH VARIAN, XENIAVANZA REFRESHMENT

Menjelang kuartal akhir tahun ini beberapa ATPM telah menyiapkan sebuah rencana agar pasar otomotif terus bergairah. Lirik saja PT IMNI ATPM Suzuki yang menggelontorkan varian baru dari Grand Vitara. SUV berkapasitas 2.000cc itu rencananya bakal dihadirkan dalam wujud varian limited edition. Mengusung tema Hawk Series kendaraan itu bakal dicekoki aksesori tambahan agar terlihat lebih gagah. Sebut saja new model front grill, side bar, rear upper spoiler, door mirror with turn signal, dan fasilitas Bluetooth pada perangkat head unit.
Tak hanya itu, warna bodi juga dikelir berbeda dari varian standar. "Bila tidak ada halangan bakal dikelir warna hitam dan burgundi," aku Bebin Djuana, brand manager II IMNI. Lanjutnya, kalau varian yang bakal ditambah hanya untuk sistem transmisi otomatis dengan selisih harga Rp 10 juta lebih tinggi.
Tak ketinggalan PT TAM, ATPM Toyota juga melakukan 'penyegaran' pada Toyota Avanza. Rencananya, ruang interior yang terdiri dari jok dan trim bakal diubah warna menjadi ivory tua dari kelir standar muda. "Hal serupa juga terjadi pada dashboard yang mengikuti warna lebih gelap atau tua dari standarnya."
Meski TAM dan ADM belum resmi mengakui adanya proyek Xeniavanza refreshment itu, tapi kabar yang didapat dari salah satu gedung tinggi di Sunter menyebut September sebagai waktu kehadiran mobil bernuansa baru dengan kapasitas 1.000cc dan 1.300cc itu.
Sementara itu, General Motor AutoWorld Indonesia (GMAWI), ATPM Chevrolet, resmi hadirkan New Chevrolet Aveo 1.5. Kendaraan ini tersedia dalam dua pilihan transmisi. Pertama mengusung sistem transmisi manual 5-speed seharga Rp 132 juta (on the road DKI Jakarta). Lalu pilihan transmisi otomatis 4-speed dibanderol Rp 147 juta. Menurut Mukiat Sutikno, managing director GMAWI bahwa 120 hingga 150 unit target tiap bulannya terjual.
Bila melihat pesaing kemungkinan besar mobil ini bakal sulit bersaing di pasar. Pasalnya All New Honda Jazz 1.5 VTEC yang hadir dan brand image Toyota Yaris serta Suzuki Swift bakal jadi batu sandungan.
Otomotif

MOBIL BERPENUMPANG 7 KHUSUS INDONESIA

Keseriusan Proton untuk meningkatkan kuantitas penjualannya di Indonesia semakin kuat. Hal ini terungkap saat OTOMOTIF beserta rombongan wartawan dari Indonesia bertatap muka dengan Dato 'Syed Zainal Abidin Syed Mohammed Tahir, managing director Proton Holding Berhard di Malaysia beberapa waktu lalu.
Bahkan rencananya Proton akan membuat mobil khusus untuk dijual di Indonesia. Jenisnya MPV 7 seater dan akan diluncurkan sekitar akhir 2009. Bermesin 1.6 liter mirip dengan yang diusung Persona. Sebagai penyalur tenaga akan tersedia versi manual dan matik. "Kami juga akan membuat versi 2.000 cc bensin dan yang bermesin diesel," jelasnya.
Di Malaysia sendiri MPV ini akan diluncurkan Mei tahun depan. Saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Hebatnya lagi sebelum membuat proyek ini Proton telah melakukan survei dengan mewawancara langsung konsumen selama sebulan. "Untuk mengetahui cita rasa orang Indonesia."
Enggak hanya itu, di pusat R&D Proton di Shah Alam, Selangor, terdaftar Nissan Grand Livina dan Toyota Wish sebagai acuan. Diperkirakan desainnya merupakan paduan kedua mobil itu.
Otomotif

TMC REVISI TARGET GLOBAL

Toyota Motor Corp (TMC) berencana meninjau ulang kinerja operasional perusahaan, termasuk merevisi target penjualan global pada tahun ini menjadi 9,85 juta unit di samping melakukan sejumlah efisiensi.
Langkah TMC yang merevisi sekitar 30% keuntungan operasional tersebut merupakan yang pertama kali terjadi dalam sembilan tahun terakhir. Rencana tersebut merupakan hasil rapat umum pemegang saham Toyota yang dipimpin Presiden TMC Katsuaki Watanabe di kantor pusatnya di Nagoya, Jepang.
Perusahaan otomotif terbesar di Jepang itu secara resmi akan mengumumkan rencana target operasi pascarevisi pada pertengan Juli.
Watanabe, mengatakan rencana itu dilakukan karena adanya perubahan sejumlah faktor seperti penguatan mata uang yen dan resesi ekonomi di AS, yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap daya beli konsumen di negara adi daya itu. Lonjakan harga berbagai material kendaraan juga menjadi perhatian TMC.
Berdasarkan volume, volume penjualan global Toyota memang lebih rendah 3.106 unit dibandingkan dengan General Motors Corp (GM). namun secara nilai, Toyota mengalahkan raksasa otomotif asal Amerika Serikat tersebut.
Rencana TMC Jepang tersebut, tampaknya tidak akan berpengaruh terhadap rencana penjualan Toyota di Indonesia karena kinerja selama ini cukup positif dan mampu meraih pangsa 34,6% di pasar otomotif nasional pada Mei 2008.
Bisnis Indonesia